Kawan..
Kita berjumpa lagi..
Kau yang selalu setia menemaniku..
Walo apa yang terjadi kau selalu ada untukku..
Kawan..
Ijinkanlah kubakar dirimu..
dalam api kesepianku..
Kawan..
Tak pernah kutemukan teman sejatiku..
Yang selalu berada disisiku..
Yang tak pernah mengomentari apa perbuatanku..
Ijinkanlah kuhisap dirimu..
Ahhhhh…
Dalam setiap hembusan asap dari tubuhmu..
Kulepaskan semua beban yang ada dalam hatiku..
Dalam setiap hembusan asap dari tubuhmu..
Kuhempaskan semua pikiran dalam otakku..
Dalam setiap hembusan asap dari tubuhmu..
Kuuraikan semua emosi yang siap meledak dalam jiwaku..
Ahhhhh…
Dalam setiap hembusan asap dari tubuhmu..
Kulukiskan senyum manis bidadariku..
Dalam setiap hembusan asap dari tubuhmu..
Kurangkaikan kata asa dari mimpiku..
Dalam setiap hembusan asap dari tubuhmu..
Kunyanyikan lagu kesendirianku..
Ahhh…
Terimakasih kawan tlah menemaniku..
Dalam gelapnya malam tanpa bintang..
Terimakasih kawan tlah mendengarkanku..
Segala keluh kesah yang himpit hatiku..
Kawan..
Tlah tiba saatnya kita berpisah..
Tubuhmu tlah menjadi abu yang diterbangkan oleh angin lalu..
Kawan..
Satu yang menjadi pintaku..
Tetaplah menjadi sahabat sejatiku..
Takkan pernah kuakan menyalahkanmu..
Ketika sesak kurasakan..
P.S : Thanx buat sahabatku “rokok Djarum Super” yang setia menemaniku dan menjadi suaraku dalam kebisuanku…










Recent Comments